Jakarta, Indonesia – 07 Januari 2026
DiKlikers, dalam beberapa pekan terakhir jagat teknologi diramaikan oleh kabar kurang sedap soal pembaruan Windows 11. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa update tertentu diduga bisa membuat SSD mengalami kerusakan, mulai dari data yang terkorupsi sampai drive yang tiba-tiba menghilang.
Pembaruan yang disorot adalah KB5063878 dan KB5062660. Sementara itu, SSD yang disebut-sebut terdampak adalah SSD yang menggunakan kontroler Phison. Isu ini makin panas setelah beberapa influencer teknologi di YouTube menuding Microsoft sebagai biang keladinya.
Tuduhan tersebut memang terdengar masuk akal. Pasalnya, dalam sejarahnya Microsoft pernah beberapa kali merilis pembaruan sistem operasi yang ternyata menyimpan bug atau masalah serius. Namun, apakah kali ini benar demikian?
Phison Klaim Tak Temukan Masalah
Phison sebagai produsen kontroler SSD langsung merespons isu ini. Mereka mengaku mulai menerima laporan sejak 18 Agustus dan segera melakukan investigasi internal.
Hasilnya, pada 27 Agustus, Phison menyatakan telah menjalankan sekitar 2.200 siklus pengujian dengan total durasi 4.500 jam. Dari pengujian tersebut, mereka mengklaim tidak berhasil menemukan masalah seperti yang dilaporkan pengguna.
Dalam pernyataan resminya, Phison menyebut bahwa hingga saat ini tidak ada mitra maupun konsumen yang melaporkan kerusakan SSD tersebut terjadi di perangkat mereka.
Microsoft Ikut Buka Suara
Tak lama setelah itu, Microsoft juga memberikan klarifikasi. Perusahaan raksasa asal Redmond ini menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara pembaruan keamanan Windows 11 Agustus 2025 dengan kerusakan SSD.
Intinya, Microsoft merasa update Windows 11 yang mereka rilis aman dan tidak menyebabkan kerusakan hardware seperti yang dituduhkan.
Asal-usul Isu: Viral Tapi Terbatas
Jika ditelusuri lebih jauh, laporan kerusakan SSD ini sebenarnya tidak terjadi secara masif. Dugaan awal menyebutkan bahwa laporan pertama muncul dari seorang pengguna X (Twitter) di Jepang yang mempertanyakan kondisi SSD miliknya setelah melakukan update Windows.
Postingan tersebut kemudian ramai dikomentari netizen lain yang mengaku mengalami masalah serupa. Namun, sampai sekarang tidak ada bukti kuat bahwa kasus ini terjadi secara luas di berbagai negara.
Karena itu, muncul dugaan lain bahwa masalah ini bisa saja disebabkan oleh batch SSD tertentu yang memang cacat, khususnya yang dipasarkan di wilayah tertentu, dan bukan murni kesalahan dari update Windows 11.
Perlu Panik atau Tidak?
Untuk saat ini, DiKlikers belum perlu panik berlebihan. Baik Microsoft maupun Phison sama-sama menyatakan belum menemukan bukti teknis yang menguatkan tuduhan tersebut.
Meski begitu, tetap disarankan untuk:
- Selalu backup data penting
- Update Windows secara bertahap
- Pantau informasi resmi dari Microsoft dan produsen SSD
Lebih aman berjaga-jaga, daripada data penting tiba-tiba lenyap, kan?
Terima kasih telah mengunjungi situs DiKlikAja.com. Semoga informasi ini bermanfaat.
Kalo kamu ingin membeli produk aksesoris gadget dan komputer yang resmi dan berkualitas, kamu bisa langsung membelinya di marketplace store DiKlikAja seperti di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli. Dan segera dapatkan promonya sekarang juga!
Jika kamu ragu, atau ingin membeli secara offline, kamu juga bisa datang langsung ke office / toko DiKlikAja.com di alamat; Rukan Mangga Dua Square Blok C No.32, Jl. Gunung Sahari Raya No.1, Jakarta Utara, Indonesia, 14420.

Leave a Reply Cancel Reply