Recent Articles

Blog Search

AI Supercycle Bikin Dunia Chip Kacau, Harga RAM dan SSD Makin Tak Masuk Akal

AI Supercycle Bikin Dunia Chip Kacau, Harga RAM dan SSD Makin Tak Masuk Akal

Jakarta, Indonesia – 10 Januari 2026

 

DiKlikers, kalau kamu merasa harga RAM dan SSD belakangan ini makin bikin mikir dua kali sebelum checkout, kamu nggak sendirian. Dunia teknologi saat ini sedang menghadapi krisis besar di industri semikonduktor, khususnya di sektor chip memori seperti DRAM, NAND Flash, dan High Bandwidth Memory (HBM).

Penyebab utamanya? Tak lain dan tak bukan adalah ledakan kecerdasan buatan (AI) yang bikin permintaan chip melonjak ekstrem. Dampaknya mulai terasa luas—dari pengguna rumahan sampai perusahaan raksasa teknologi—dan diperkirakan akan berlanjut hingga 2026.

AI Supercycle: Ketika Data Center Menguras Stok Dunia

Fenomena ini dikenal dengan istilah “AI Supercycle”. Dalam fase ini, raksasa teknologi seperti Google, Meta, Amazon, dan Microsoft menyerap hingga 40% produksi DRAM global hanya untuk kebutuhan pusat data mereka.

Bukan tanpa alasan. Model AI generatif seperti GPT dan Gemini membutuhkan kapasitas memori yang luar biasa besar. Untuk melatih satu model saja, kebutuhan memorinya bisa mencapai hitungan terabyte. Alhasil, produsen chip lebih memilih memproduksi HBM—memori super cepat untuk GPU AI—ketimbang memori yang biasa dipakai di PC atau laptop.

Dari Banjir Stok ke Krisis Pasokan

Ironisnya, beberapa tahun lalu kondisi pasar justru kebalikannya. Industri chip memori sempat kebanjiran stok. Nama-nama besar seperti Samsung, SK hynix, dan Micron bahkan rela banting harga demi mengosongkan gudang.

Namun sejak pertengahan 2024, arah angin berubah drastis. Produsen mulai menekan kapasitas produksi karena margin keuntungan tergerus, sementara permintaan dari sector AI melonjak jauh lebih cepat dari perkiraan.

Harga Naik Gila-Gilaan, Konsumen Kena Getahnya

Menurut laporan Tom’s Hardware, harga chip DRAM dan NAND Flash sudah melonjak lebih dari 100% dalam enam bulan terakhir. Data dari TrendForce juga menunjukkan:

Harga DRAM naik 8–18% pada kuartal IV 2025

Momentum ini dimanfaatkan produsen besar untuk memperkuat margin. Bahkan Raspberry Pi terpaksa menaikkan harga modulnya hingga USD 10, karena biaya memori melonjak 120% dalam setahun terakhir.

Kenaikan harga ini kini merambat ke pasar ritel. DiKlikers yang hobi upgrade PC pasti sudah mulai sadar:RAM DDR5 yang dulu di kisaran Rp 800 ribuan, kini tembus Rp 1,2 jutaan! Selain itu, SSD 1TB naik hampir 25% dibanding awal tahun.

Laptop gaming, workstation profesional, sampai PC rumahan ikut terdampak. Upgrade sederhana yang dulu terasa murah, sekarang jadi pertimbangan serius.

Otomotif dan IoT Ikut Ketar-Ketir

Masalah ini nggak cuma soal komputer. Industri otomotif, terutama mobil listrik, juga ikut kena imbas. Mobil modern kini mengandalkan chip memori untuk infotainment, navigasi, hingga sensor otonom.

Namun karena produksi chip lebih diprioritaskan untuk GPU AI, pabrikan otomotif kesulitan mendapatkan pasokan, yang akhirnya menghambat produksi kendaraan.

Sektor Internet of Things (IoT) pun tak kalah waswas. Banyak startup terpaksa menunda peluncuran produk atau menaikkan harga jual demi menutupi biaya produksi yang melonjak.

Krisis Ini Tak Akan Cepat Berakhir

Jangan berharap krisis ini selesai dalam hitungan bulan. Membangun pabrik semikonduktor baru (fab) butuh waktu 2–3 tahun dan investasi miliaran dolar. Belum lagi faktor geopolitik, seperti ketegangan AS–China, tarif impor, dan pembatasan ekspor chip canggih yang makin menekan rantai pasok global.

Data terbaru menunjukkan stok global DRAM di kuartal III 2025 hanya cukup untuk 3,3 minggu produksi, level terendah sejak 2018. Ini menandakan ketimpangan serius antara permintaan dan pasokan.

Di sisi lain, produsen chip justru mengalihkan investasi besar-besaran ke High Bandwidth Memory (HBM)—komponen penting di balik GPU AI seperti NVIDIA H200 dan AMD Instinct MI325X.

Masalahnya, fokus ke HBM membuat produksi DRAM dan NAND konvensional makin terbatas. Pabrik tak bisa serta-merta menambah lini produksi karena mahal dan makan waktu. Akibatnya, memori umum seperti DDR5 dan NAND TLC makin sulit ditemukan di pasar global.

Dampaknya Sampai ke Cloud dan Layanan AI

Bagi pengguna rumahan, dampaknya mungkin terasa saat beli laptop atau upgrade PC. Tapi bagi data center dan perusahaan AI, efeknya jauh lebih besar: biaya infrastruktur melonjak, waktu tunggu komponen makin panjang, dan margin operasional tertekan.

Penyedia cloud seperti AWS, Azure, dan Google Cloud mulai memperkirakan kenaikan biaya penyimpanan, seiring mahalnya SSD enterprise. Ujung-ujungnya, DiKlikers juga bisa ikut kena imbas lewat kenaikan tarif cloud, penyimpanan data, hingga langganan AI generatif.

Tips Singkat Buat DiKlikers

Di tengah harga RAM dan SSD yang terus meroket akibat AI Supercycle, DiKlikers perlu lebih cermat sebelum upgrade atau belanja komponen baru.

  • Upgrade hanya jika perlu, jangan karena FOMO
  • Pantau promo & bandingkan harga sebelum beli
  • Optimalkan software dulu sebelum ganti hardware
  • Pilih kapasitas lebih besar daripada teknologi paling baru
  • Hindari produk terlalu murah tanpa garansi resmi

 

AI Supercycle memang bikin dunia chip “panas”, tapi konsumen cerdas masih bisa menang dengan strategi yang tepat. Di tengah harga yang naik tak masuk akal, kesabaran + perencanaan adalah senjata terbaik.

Demikian informasi lengkap seputar dampak AI Supercycle terhadap harga RAM dan SSD. Semoga bisa membantu DiKlikers lebih bijak dalam merencanakan upgrade dan belanja perangkat teknologi.

Terima kasih telah mengunjungi situs DiKlikAja.com. Semoga informasi ini bermanfaat. Kalo kamu ingin membeli produk aksesoris gadget dan komputer yang resmi dan berkualitas, kamu bisa langsung membelinya di marketplace store DiKlikAja seperti di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli. Dan segera dapatkan promonya sekarang juga!

Jika kamu ragu, atau ingin membeli secara offline, kamu juga bisa datang langsung ke office / toko DiKlikAja.com di alamat; Rukan Mangga Dua Square Blok C No.32, Jl. Gunung Sahari Raya No.1, Jakarta Utara, Indonesia, 14420.

Leave a Reply

* Name:
* E-mail: (Not Published)
   Website: (Site url withhttp://)
* Comment:
Type Code